Jumat Curhat Polsek Mendahara Ulu di Desa Pematang Rahim Dihadiri Desa M. Dong Beserta Para RT dan Kadus

Tanjung Jabung Timur – Jumat Curhat Polsek Mendahara Ulu digelar di Kedai Kopi Pak Yunus di 08 Dusun Simpang Kiri tepatnya di Pelabuhan Speedboat Pematang Rahim, Jumat (10/2/2023).

Kegiatan Jumat Curhat ini dipimpin oleh Kapolsek Mendahara Ulu AKP Elfiyan Yusran Ritonga, SE beserta personel Polsek Mendahara Ulu, yakni Aiptu Dwi Heri. S, Aipda MI Harahap, Aipda Zulkifli, Bripka J.A. Sembiring, dan Bripka Muzakir, serta Brigadir Ali Rahman.

Selain itu, Jumat Curhat ini juga dihadiri oleh Kepala Desa Pematang Rahim M. Dong beserta para RT, Kepala Dusun, Perangkat Desa, Ketua Karang Taruna Bangkit Bersama, Tokoh Masyarakat, Seketaris Camat Mendahara Ulu Muslimin, S.Sos, Kepala Puskesmas Simpang Tuan Hj. Nurbaya bersama pegawai Puskesmas Simpang Tuan, dan Kepala Postu Desa Pematang Rahim bersama pegawainya.

Seperti diketahui pelaksanaan kegiatan Jumat Curhat bertujuan untuk bertatap muka langsung dengan masyarakat agar dapat mendengarkan apa saja yang menjadi permasalahan yang saat ini terjadi di tengah-tengah masyarakat Pematang Rahim.

Dalam kegiatan Jumat Curhat ini Kapolsek Mendahara Ulu AKP Elfiyan Yusran Ritonga, SE menyampaikan pesan-pesan terkait kantibmas agar masyarakat selalu menjalin hubungan dengan Polri sehingga tercipta kondisi yang aman dan nyaman serta kondusif khususnya di Desa Pematang Rahim. “Baik itu masyarakat dan Pemerintah Desa maupun Karang Taruna agar dapat bersama-sama menjaga kantibmas,” imbaunya.

Sementara itu, salah satu Kepala Dusun yang hadir menyampaikan permasalahan yang ada di Pasar Rabu. “Bisa dikatakan bahwa setiap hari di pasar ada masyarakat yang kena copet, dan terkait gangguan pengendara, jadi yang menjadi masalah terkait penertiban parkir,” paparnya.

Menanggapi hal itu, Kapolsek mengatakan, tim Polsek Mendahara Ulu akan meningkatkan patroli dan standby di Pasar Rabu di waktu hari pasar. “Terkait gangguan pengguna jalan akan ditetapkan area pemakiran motor atau mobil. Selain itu, akan bekerja sama dengan pengelola pasar,” ungkapnya.

Selain itu, Kapolsek juga mengimbau agar masyarakat saling menjaga dan selalu bekerja sama dengan Polri terkait permasalan yang dihadapi oleh masyarakat. “Seperti adanya anak-anak remaja yang ugal-ugalan mengendarai sepeda motor, jos blong, dan menggunakan Komik untuk mabuk, begitu pula agar tidak ada anak remaja yang ngelem,” paparnya.

Lebih lanjut Kapolsek Mendahara Ulu memina agar masyarakat selalu waspada apabila ingin meninggalkan rumah agar terlebih dahulu mengecek tidak ada kompor yang menyala dan jangan lupa mengunci pintu serta tidak ada warga yang membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Begitu pula apabila ada orang yang memancing agar diberitahukan tidak buang puntungan rokok sembarangan guna mencegah terjadinya kebakaran atau karhutla,” tambahnya.

Di akhir kata, Kapolsek menambahkan agar masyarakat jangan terlalu mudah percaya terhadap kabar yang sekiranya belum pasti. Maka untuk itu, dirinya meminta berhati-hati dalam menggunakan sosmed, dan sekiranya apabila ada telepon atau pesan melalui Whatsapp yang mengatakan anda mendapat hadiah atau lainnya jangan langsung percaya.

“Bila ada sampaikan kepada Pemerintah Desa dan BKTM bahkan Bisa saja langsung telepon atau laporkan kepada Polsek Mendahara Ulu, karena nomor handphone seluruh personel Polsek selalu saja aktif selama 24 jam. Kami Polri selalu siap 1×24 jam melayani, mengayomi masyarakat,” tutupnya.

Sementara Kepala Desa Pematang Rahim M. Dong meminta masyarakat jangan terpengaruh atau terpancing dengan adanya modus saat ini seperti orang datang dengan mengatasnamakan instansi atau dinas.

“Seperti menjanjikan atau mengatakan bahwa mereka adalah tim bedah rumah atau bantuan lainnya, mereka biasanya menjanjikan bahwa oknum tersebut dapat memfasilitasinya dengan meminta imbalan berupa uang,” katanya.

Oleh karena itu, dirinya berharap agar masyarakat melaporkannya ke Pemerintah Desa maupun pihak Kepolisian Sektor Mendahara Ulu agar tidak ada masyarakat Desa Pematang Rahim yang menjadi korban.

“Saya berharap agar dapat bekerja sama untuk mengatasi hal yang demikian agar terciptanya ketertiban dan keamanan masyarakat Desa Pematang Rahim. Marilah kita terus jalin hubungan yang baik antara masyarakat, Pemerintah Desa, dan Polri,” tutupnya. (Fredy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *