Rawan Gangguan Keamanan, Wapres Minta Pengawalan di Bandara Paro Rawan

Jakarta – Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta adanya personel pengamanan di Bandara Distrik Paro, Nduga, Papua Tengah yang menjadi lokasi pembakaran pesawat Susi Air pada Selasa (7/2/2023) lalu.

Wapres menilai aksi pembakaran pesawat dengan Nomor Penerbangan SI 9368 oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua karena kurangnya pengawalan.

“Pesawat datang kemudian bisa dibakar karena kurang pengawalan. Harusnya dibuat pengawalan,” katanya saat berada di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/2/2023).

Menurutnya, bandara tersebut masih terbilang rawan gangguan keamanan, sehingga para pelaku teror itu berani membakar pesawat yang dipiloti Philips Max Marthin warga Selandia Baru itu.

“Jadi, di Papua ini memang masih ada gangguan keamanan, karena itu saya minta supaya pembuat perusuh ini itu dikejar dalam rangka penegakan hukum,” ujarnya.

Dia juga menegaskan personel keamanan menjaga tempat-tempat strategis, salah satunya adalah Bandara Distrik Paro.

“Harus ada pengawalan di situ. Jangan sampai di tempat itu kemudian tidak ada pengawalan,” harapnya.

Sebelumnya, pada Selasa (7/2/2023) Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) telah membakar pesawat Susi Air di Bandara Distrik Paro, Nduga, Papua Tengah. Bahkan Juru Bicara Komnas TPNPB-OPM Sebby Sambom mengaku, Kogoya bersama pasukannya telah menyandera sang pilot.

“Pilotnya kami sudah sandera dan kami sedang bawa keluar, untuk itu anggota TNI-Polri tidak boleh tembak atau interogasi masyarakat sipil Nduga sembarang, karena yang melakukan adalah kami TPNPB OPM Kodap III Ndugama-Derakma di bawah Pimpinan Panglima Brigjen Egianus Kogoya,” ucapnya melalui keterangan tertulis, Selasa (7/2/2023). (Fredy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *