Ketua IKM Tasikmalaya Lantik dan Sahkan 37 Orang Kepengurusan Periode 2023-2027, Upaya Anak Rantau Bersinergi Dengan Masyarakat

Kota Tasikmalaya – Sebanyak 37 orang struktur kepengurusan Ikatan Keluarga Minang (IKM) Tasikmalaya resmi dilantik dan disahkan oleh Ketua IKM Tasikmalaya Syahrial Koto untuk periode 2023-2027 yang pelantikan dan pengesahan ini disaksikan langsung oleh Dewan Pendiri, Dewan Penasehat dan Dewan Pembina IKM Tasikmalaya di Sekretariat IKM Tasikmalaya Jln. Lingkar Dadaha Kota Tasikmalaya, Sabtu malam (11/2/2023).

Menurut Syahrial, pelantikan ini merupakan lanjutan setelah Ketua IKM Tasikmalaya dan Wakilnya yang terpilih pada18 Desember 2022 lalu, maka dilanjutkan pada 25 Desember 2022 pelantikannya.

“Setelah itu diberikan waktu satu bulan untuk menentukan pengurus IKM Tasikmalaya oleh Dewan Pendiri,” ucapnya kepada wartawan yang didampingi Wakil Ketua IKM H. Fitri Chandra usai pelantikan.

Menurut dia, dalam melantik kepengurusan tersebut ada sedikit perubahan terhadap struktur organisasi IKM Tasikmalaya tanpa menyalahi aturan AD/ART organisasi itu sendiri.

“Organisasi IKM ini kita buat efisien dan dinamis sesuai kebutuhan jaman. IKM Tasikmalaya ini unik, karena pada tahun 1953 berdiri dan di 2020 kita buatkan akta notarisnya. Di 2023 ada perubahan struktur organisasi tanpa mengurangi maksud dan tujuan organisasi ini berdiri,” jelas Syahrial.

Disebutkan, perubahannya sebelum di struktur organisasi tidak diterangkan fungsinya secara detail. Akan tetapi di kepengurusan sekarang dijelaskan tugas, fungsi dan tanggungjawab masing-masing pengurus sesuai bidangnya sendiri.

“Di samping itu di IKM Tasikmalaya sekarang tidak dibagi menjadi lima wakil ketua, namun hanya satu Wakil Ketua yang mampu menghendel serta membantu tugas ketua,” urainya.

Lanjut dia lagi, diharapkan ke depannya masyarakat Minang di Tasikmalaya bisa bersinergi dan bersilaturahmi dan saling mengenal, meski disadari selaku pengurus baru banyak PR yang harus dikerjakan. Sehingga pengurus yang dilantik hari ini adalah orang pilihan yang ikhlas bersedekah diri keI IKM Tasikmalaya dengan berharap pahala dari Allah SWT.

“Saat ini IKM Tasikmalaya sedang berencana membangun masjid, namun kita tidak berfokus itu saja. Kita akan mendata masyarakat Minang di Tasikmalaya, kemudian lebih mengintenskan di bidang sosial seperti santunan kepada internal maupun eksternal, umpamanya ada yang sakit atau meninggal dunia dan lainnya, kita akan lebih peka terhadap itu untuk membantunya,” terangnya.

Diakui Syahrial, IKM Tasikmalaya tidak memisahkan diri dengan masyarakat Tasikmalaya. Sebagai anak rantau, IKM akan bersinergi dengan warga Tasikmalaya khususnya.

“Seperti pepatah mengatakan, ‘di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’. Kami menyadari, ini negeri rantau. Kami akan bersikap arif dengan kebudayaan lokal. Kami akan bersinergi dan bekerjasama dengan warga Tasikmalaya,” ungkapnya.

Tujuan mendirikan organisasi ini, menurutnya, adalah semangat ke wilayah yang diperkecil untuk membantu Pemerintah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya dalam menciptakan kondusifitas. “Apabila terjadi permasalahan baik dari segi hukum dan sosial, kami bisa membantu pemerintah mengakomodir masyarakat Minang yang ada di sini,” papar Syahrial.

Usai pelantikan kepengurusan ini, tambah dia, seluruh pengurus IKM Tasikmalaya akan diteruskan dibuatkan laporan ke Kesbangpol Kota Tasikmalaya untuk didata. (Norman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *