Kebijakan Global Timur Tengah

Oleh Masud HMN*)

Membahas topik kebijakan global Timur Tengah penting sebagai masalah kritikal. Sebabnya Amerika selalu membela negara Yahudi Israel dan rumit. Maklumlah negara pendukungnya negara adidaya yang besar pengaruhnya. Hingga negara adidaya itu mendikte dengan posisi pengaruh itu.

Namun alhamdulillah pikiran rumit saya dicerahkan seorang sahabat saya dengan dukungan dalam pesan singkat (short massage) via handphone (HP). Satu analisa amat penting. Isinya yang mengatakan bahwa saat ini Amerika hanya punya poitik global Timur Tengah untuk membela bangsa Israel saja.

Satu pesan singkat yang berkesimpulan tidak menarik lagi, lantaran politik Timur Tengah dan global kuno. Mulai sejak pendiri Amerika Abraham Lincoln hingga kini Joe Biden tidak bergeming. Itu ke itu saja dari masa ke masa.

Kalau kita memandang ke Rusia sejak Mikhail Gorbachev—yang meninggal beberapa waktu lalu dalam usia 9l tahun—hingga Putin Presiden Rusia saat ini banyak perubahan. Misalnya tentang Ukraina hingga Turki dan lain-lain. Intinya ada variasinya.

Tinjauan demikian nampaknya relevan. Perlu kita perhatikan satu per satu. Bagaimana kita memahami politik global dan Timur Tengah Amerika. Yang intinya bergerak sejalan dengan Amerika dalam berkerja sama dengan negara di luar Amerika.

Dalam hubungan ini menarik pemikiran yang berkesimpulan Amerika memanfatkan poitiknya khususnya untuk negara Amerika saja. Setiap yang ada kepentingan Israel dan Amerika akan dibela. Apa saja hal yang berkaitan.

Kita coba melihat kasus kematian wartawan The Washington Post warga Negara Arab Saudi di Turki  hampir tiga tahun lalu. Tanggal 1 Oktober 2022 di Istambul terbunuhlah Adnan Khashoggi seorang yang selalu menulis dan mengkritik negara Arab Saudi. Lalu lantaran wartawan tersebut oposisi terhadap pangeran MBS, kematian itu dikatakan dibunuh oleh Arab Saudi atas perintah Pangeran Muhammad bin  Salman. Untuk menegatifkan negara Arab Saudi dan membela Israel.

Kemudian isu negara Arab Saudi yang anti akan Iran. Isu itu dilansir ke seluruh dunia lantaran negara Arab Saudi anti Syiah.

Sementara Pangeran MBS berniat untuk berbaik-baik dengan Iran.

Mungkin hal ini mesti menjadi perhatian dan pemahaman kita. Bahwa pandangan pro Israel itu harus ditinggalkan. Menjadi pro perdamaian dunia dan meninggalkan Israel.

Karena itu mari kita berpihak kepada Timur Tengah yang dikoordinir oleh Arab Saudi dan Turki. Ini lebih mencerminkan Timur Tengan berfungsi global dan Islam.

Jakarta, 10 September 2022

*) Penulis adalah Dosen Paskasarjana Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta. e-mail: masud.riau@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *