SIT Amalia Selenggarakan Haflatul Qur’an Ke-15 di Gedung Laga Tangkas Pakansari Cibinong

Kabupaten Bogor – Sekolah Islam Terpadu Amalia menyelenggarakan acara Haflatul Qur’an ke-15 dengan tema “Bersama Al Qur’an, Hidup Mulia, Berkah, dan Bermartabat” telah berlangsung di Gedung Laga Tangkas Pakansari Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor, Minggu (26/2/2023).

Acara dimulai sejak pukul 08.00 Wib dibuka oleh Mc. Ustadz Lukman dan Ustadz Yadi dilanjutkan dengan Penampilan Kolosal dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Amalia, Rahmat Qur’an dan Hymne Amalia, Pembacaan Al Quran Tasmi’ surat Al Kahfi ayat 1-10 TK, Level 1, 2 dan Ikhwan SMP SMA (Asmaul Husna).

Acara berlangsung sangat meriah dengan menampilkan pembacaan Asmaul husna vokal grup ikhwan, Tasmi’ surat Adz Dzaariyat, Tasmi’ surat At Tahrim dan penampilan seni yang memukau para penonton.

Hadir dalam acara tersebut owner dan pengurus Yayasan Amalia Pakansari di antaranya H. Gunawan Alsa, S.Pd, Dra. Hj. Neneng Herawati, Dra. Hj. Nani Widiyawati, M.Pd., Yusef Gunawan, M.Pd. Muspika Cibinong dan tamu-tamu dari dunia pendidikan, para kepala sekolah dan dewan guru dan staf Yayasan Amalia Pakansari, siswa-siswi sekolah Amalia Pakansari, juga para tamu undangan dari berbagai daerah.

Ustadz H. Gunawan dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan hari ini adalah proses yang akan dikembangkan dan diaktualisasikan lebih baik lagi ke depannya oleh mereka sendiri.

“Hari ini adalah hari yang luar biasa karena anak-anak bisa kembali bagaimana mereka bisa berkreativitas dan mereka juga bisa berekspresi apa yang telah didapatkan, hal bagian terpenting dari proses pendidikan sehingga mereka dapat mengaktualisasikan dan mereka bisa berkembang lebih lagi,” papar H. Gunawan dalam sambutannya.

Sementara itu, H. Neneng Saat diwawancara awak media menerangkan tentang makna kegiatan ini.

“Dari bahasanya haflah artinya pesta jadi ini merupakan yang artinya pestanya para penghafal Quran bentuk apresiasi para penghafal Quran,” tutur H. Neneng.

“Kita perlu metode yang di mana mereka senang menghafal Alquran dengan jiwa yang senang itu akan mudah meresap ke dalam jiwa mereka, dunia anak-anak dunia orang dewasa dunia kita semua sama ketika kita menghafal Quran, kan kita perlu hati yang lapang,” ungkap H. Neneng.

Jadi kita mengadakan haflatul Qur’an ini adalah pestanya para penghafal Quran 15 tahun pertama kita menghafal Quran setiap level kelas 1 juz 30 kelas 2 terus 29 setiap juz pertama begitu terus.

Kemudian karena motivasi anak-anak bagus dukungan orang tua bagus akhirnya mereka akan mendukung dengan asesoris seragam, hadiah-hadiah, jadi meriah ketika mereka digabungkan itu menjadi seperti pesta yang luar biasa bagi sekolah Amalia.

Makanya dari tahun ke tahun sekolah Amalia seluruhnya dari tingkat TK SD SMP SMA mengadakan setiap bulan Februari karena kita berpikir kan bulan Februari itu ada hari cinta kasih sayang nah di mana anak-anak remaja itu kan punya punya kesenangan di dunia pergaulan mereka.

Ketika kita masukkan ke dalam kegiatan mencintai Alquran jadi valentine-nya pakai gaya sekolah Amalia maka kita buatkan namanya haflatul Quran setiap bulan Februari.

Untuk jumlah siswa dari SD SMP dan SMA hampir seluruhnya itu 1.150 lebih kali dua orang tua biasanya yang hadir di sini itu nenek-kakek ikut kadang-kadang adik-adiknya ikut karena pesta kita bersama.

Pada kesempatan ini juga saya melaunching beberapa buku hasil karya saya, di antaranya bukunya itu adalah judulnya kurikulum ketika kurikulum turun dari langit kisah Rasulullah Nabi Muhammad SAW dimulai sejak kecil sampai dia jadi Rasul bukan sejak Rasul ketika dia membawa agama tapi sejak dari kecil dididk sampai jadi Rasul.

Hj. Neneng berharap untuk semua siswanya ke depan harus mendapatkan kebahagiaan dengan cara membahagiakan orang lain dan mengikuti ajaran dari Sang Pencipta.

“Harapan saya ya mungkin karena setiap orang itu kan pengen bahagia, saya ingin mengajak orang lain, bagaimana cara Sang Pencipta itu membahagiakan kita, karena banyak orang yang banyak uangnya nggak bahagia, banyak orang jadi pejabat enggak bahagia, tapi ketika kembali kepada fitrah kita, kita bahagia dan itu saya ingin ajarkan kepada diri saya bahwa bahagia itu sederhana jadilah hamba Allah yang mengikuti ajaran Allah mungkin kalau yang di sini yang berbeda keyakinan Tuhannya beda tapi maksudnya sama ya kan karena kita kan diciptakan pasti kita punya pencipta dan pencipta itu pasti tahu apa yang kita inginkan seperti itu,” pungkas Hj. Neneng. (Simon)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *