Kalapas Kelas IIA Samarinda Melaksanakan Evaluasi Kinerja Pengamanan Tri Wulan Pertama Tahun 2023 dan Memberikan Pengarahan Serta Penguatan Tugas dan Fungsi Kepada Petugas Pengamanan Melalui Program “Etam Bekesah” (Berbincang Keamanan Dengan Bersinergi Agar Humanis)

Samarinda – Hari ini, Senin, 06 Februari 2023, Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda melaksanakan Evaluasi Kinerja Pengamanan Tri Wulan Pertama pada tahun 2023.

Selain Evaluasi kinerja Jajaran Petugas Pengamanan Kalapas Kelas IIA Samarinda, Hudi Ismono, A.Md.IP., SH., MH, melalui Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP), Sukardi, SH., MH, juga  memberikan Pengarahan serta  Penguatan Tugas dan Fungsi Pengamanan sekaligus sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) kepada petugas pengamanan Lapas Kelas IIA Samarinda.

Kegiatan yang dikemas secara santai dengan tajuk “ETAM BEKESAH” itu dilmulai pada pukul 20.00 wita  itu dilaksanakan di Lapangan Olahraga. Program “ETAM BEKESAH” itu sendiri merupakan singkatan dari  Berbincang Keamanan Dengan Bersinergi Agar Humanis.

Dalam kesempatan itu, Ka. KPLP menyampaikan beberapa hal antara lain :

  1. Sosialisasi PP Nomor 94 tentang Disiplin ASN,

Terkait dengan aturan ini, Ka. KPLP menekankan kepada seluruh petugas pengamanan agar bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku, mematuhi SOP, Disiplin serta menjaga integritas. Ka. KPLP juga mengingatkan kepada seluruh jajaran pengamanan agar disiplin baik dalam hal waktu, dan penggunaan pakaian dinas. Ka. KPLP mengingatkan, bahwa berdasarkan ketentuan yang termuat dalam PP 94 tersebut jika petugas tidak disiplin waktu maka ada konsekuensi yang harus ditanggung dimana salah satunya adalah pemotongan remunerasi.

 

  1. Proses Administrasi Pemindahan Kamar WBP

Ka. KPLP menjelaskan kepada petugas pengamanan agar tertib administrasi dalam hal pemindahan kamar hunian WBP. Hal ini dimaksudkan agar memudahkan untuk mengidentifikasi keberadaan para WBP, sehingga memudahkan untuk dalam hal koordinasi dan pemanggilan.

 

  1. Proses Administrasi WBP Keluar Lapas.

Sehubungan dengan Adminitrasi WBP Keluar Lapas, Ka. KPLP menyampaikan, bahwa dengan tertibnya administrasi WBP keluar Lapas, maka petugas akan mengetahui secara detail, alasan WBP keluar, Siapa yang mengawal dan apakah sudah sesuai dengan prosedur atau tidak. Hal ini untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan.

 

  1. Proses Administrasi Tamping Lembur Kerja Malam.

Mengenai Tamping/WBP kerja lembur malam, Ka. KPLP menyampaikan, bahwa secara teknis dan  administratif harus ada petugas yang bertanggung jawab terhadap para Tamping/WBP yang membantu petugas menyelesaikan pekerjaan tertentu terutama dimalam hari. Hal ini untuk memudahkan tugas regu pengamanan dalam melakukan pengawasan terhadap WBP tersebut. Untuk itu diwajibkan kepada setiap petugas penanggung jawab WBP yang melakukan kerja lembur malam mengisi buku “BON” yang mencantumkan, nama WBP yang lembur, Pekerjaan yang dikerjakan dan petugas penanggung jawab.

 

  1. Deteksi Dini Dengan Sistem Kontrol Tempat Rawan.

Pada poin kelima ini, ditekankan kepada petugas regu pengamanan untuk memeriksa kondisi Sel, Mapenaling dan pagar pembatas.

 

  1. Permasalahan HP dan Narkoba.

Poin keenam menjadi salah satu poin utama yang menjadi perhatian dan penekanan yang disampaikan Ka. KPLP kepada para petugas regu pengamanan. Ka. KPLP menegaskan kepada para petugas agar memeriksa secara detail setiap barang dan orang yang masuk dalam Lapas, hal ini untuk memastikan tidak ada barang-barang larangan yang masuk ke dalam Lapas terutama HP dan Narkoba.

  1. Sosialisasi program Gerak Cinta L’Samda dan Etam Bekesah.

Sosialisasi ini dimaksudkan agar setiap petugas pengamanan Lapas mampu menggunakan pendekatan yang Humanis dan persuasif kepada para WBP dalam rangka meningkatkan kepatuhan dan kedisiplinan WBP terhadap seluruh aturan yang berlaku dilingkungan Lapas Kelas IIA Samarinda.

 

  1. Mutasi Internal.

Hal ini disampaikan kepada para petugas pengamanan agar dapat memahami maksud dan tujuan dari dilakukannya suatu mutasi dalam sebuah organisasi. Dengan demikian diharapkan kepada seluruh petugas dapat meningkatkan kinerjanya sesuai dengan target yang telah ditentukan. Diberikan juga pemahaman, bahwa mutasi internal dilakukan sebagai bentuk pembinaan kepada seluruh petugas.

 

Pada bagian akhir kegiatan dilakukan sesi tanya jawab antara Ka. KPLP dengan jajaran regu pengamanan. Tanya jawab ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman petugas tehadap apa yang telah disampaikan juga untuk pendalaman pengetahuan terhadap aturan dan kebijakan yang diberlakukan dilingkungan Lapas, sehingga para petugas memiliki landasan dari setiap langkah yang diambil.

 

Ka. KPLP menjelaskan kepada seluruh petugas pengamanan yang dibawahinya, bahwa dirinya menjalankan instruksi pimpinan dalam hal ini adalah Kalapas Kelas IIA Samarinda untuk memberikan pengarahan dan penguatan tugas dan fungsi serta evaluasi, namun demikian Kalapas menyampaikan agar pelaksanaanya dilakukan dengan cara yang santun, santai namun tegas dan serius.

 

Sementara itu, Kalapas Kelas IIA Samarinda, Hudi Ismono, secara terpisah mengatakan, bahwa evaluasi kinerja sangat penting untuk dilakukan guna mengetahui tingkat efektivitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi, sekaligus mengoreksi dan memperbaiki serta meningkatkan kinerja seluruh petugas khususnya petugas pengamanan. (Natalia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *