Syurah Al-fatihah, dikenal juga sebagai Ummul Kitab, Induknya Al Qur’an. Sebagai Ummul Kitab, banyak keistimewaan dan kekhususan yang terkandung di dalamnya. Misalnya. Sebagai syarat sah-nya sholat harus baca Al-fatihah. Banyak lagi yang lain tentang keistimewaan syurah tersebut. Untuk dekatkan diri kepada Allah SWT melalui sholat, setiap raka’at harus berulang baca Al-Fatihah. Hal ini menunjukan suatu yang penting dalam setiap amalan.
Oleh karena itu bacaan syurah Al-fatihah, dapat dijadikan tawassul dalam memohon kepada Allah untuk kebaikan sesama manusia, baik yang masih hidup atau pun yang telah tiada. Al-fatihah dapat dijadikan hadiah teristimewa bernilai tinggi untuk keluarga, kerabat, dan orang beriman lainnya. Mereka akan mendapatkan manfa’at dari bacaan Al-fatihah dari orang lain.
Tawassul Al-fatihah juga dapat menjadi obat mujarab dalam menyembuhkan penyakit. Pernah dalam suatu Shafar Sahabat diceritakan tentang hal itu. Berikut ceritanya :
Beberapa orang sahabat diutus Nabi untuk keperluan tertentu dan diketuai seorang Amir di antara mereka. Dalam perjalanan pulang usai tugas, mereka melewati suatu kampung. Di mana di kampung itu berkumpul banyak orang dengan muka duka cemas dan khawatir, hingga sahabat yang lewat disetop oleh mereka.
Mereka meminta kepada sahabat untuk mengobati kepala sukunya yang dalam keadaan sakit karena disengat binatang berbisa. Mungkin di anatara sahabat ada yang bisa mengobati pemimpin mereka.
Atas permintaan itu, sahabat menyetujui dan dicobanya untuk mengobati. Amir rombongan yang menangani bertawassul minta kepada Allah.
Ia membacakan Syurah Al-fatihah beberapa kali sambil mengusap dan mengurut kaki kepala suku hingga aliran darahnya mulai lancar dan rasa sakit berangsur hilang dan kepala suku pun sudah bisa membuka mata serta siuman.
Penduduk kampung merasa lega dan senang. Pemimpin mereka telah siuman dan bisa diajak bicara. Ungkapan rasa syukur dan terima kasih, atas kesembuhan pemimpinnya, mereka yang kenal balas budi dan berterima kasih, telah menyediakan hadiah yang banyak untuk para sahabat. Dan hadiah yang banyak itu TIDAK BOLEH DITOLAK hingga dibawa pulanglah ke Madinah oleh sahabat.
Dalam perjalanan pulang sahabat lain penasaran, lalu bertanya kepada Amir-nya. “Apa rahasia yang dibacakan dalam mengobati, hingga kepala suku itu bisa sembuh dengan cepat?,” tanya mereka penasaran. Dijawab oleh Amir, “saya baca Al-Fatihah beberapa kali sambil mengurut kakinya yang dijalari bisa, dengan memohon kepada Allah, agar disembuhkan, dan ternyata sembuh,” jawab Amirnya.
Setelah sampai di Madinah, kejadian tersebut diceritakan kepada Rasulullah. Beliau kagum dan membenarkan cara yang dilakukan itu. Nabi pun berkenan menerima hadiah pemberian kepala suku yang dibawa sahabatnya.





