Ronaldo Akhirnya Buka Suara Terkait Tak Hadiri Pemakaman Diogo Jota

Cristiano Ronaldo akhirnya buka suara soal keputusannya tidak menghadiri pemakaman rekannya di timnas Portugal, Diogo Jota, yang meninggal dunia bersama sang adik, Andre Silva, dalam kecelakaan mobil tragis di Spanyol pada 3 Juli 2025.

Dalam wawancara eksklusif dengan Piers Morgan, Ronaldo menjelaskan bahwa keputusannya diambil berdasarkan dua alasan pribadi yang sangat mendalam. Pertama, ia telah bersumpah untuk tidak pernah lagi menginjakkan kaki di pemakaman sejak kematian ayahnya, José Dinis Aveiro, sekitar 20 tahun silam. Kedua, sang megabintang ingin menghindari agar momen duka tersebut tidak berubah menjadi “sirkus” media akibat kehadirannya.

“Banyak orang mengkritik saya, tetapi saya tidak peduli. Hati nurani saya bersih. Sejak ayah saya meninggal, saya tidak pernah lagi ke pemakaman. Selain itu, saya tahu reputasi saya. Di mana pun saya pergi, selalu jadi pusat perhatian. Saya tidak ingin suasana duka berubah karena kehadiran saya,” ujar Ronaldo.

Jota, yang saat itu berusia 28 tahun, baru saja menikahi kekasih masa kecilnya beberapa hari sebelum kecelakaan maut yang merenggut nyawanya dan sang adik.

Keduanya dimakamkan di Portugal dengan dihadiri banyak pesepak bola top, termasuk Virgil van Dijk, Andy Robertson, dan Ruben Neves. Ketidakhadiran Ronaldo sempat menuai kecaman di tanah kelahirannya setelah foto dirinya berlibur di atas kapal pesiar di Mallorca tersebar luas.

Namun, Ronaldo menegaskan bahwa ia tetap menyampaikan dukungan pribadi kepada keluarga Jota secara langsung di luar prosesi pemakaman. “Saya berbicara dengan keluarga mereka dan memberi dukungan. Saya tidak perlu berada di depan kamera untuk menunjukkan kepedulian saya,” tegasnya.
Sang kakak, Katia Aveiro, juga membela keputusan Ronaldo lewat media sosial. Ia menyinggung pengalaman keluarga mereka saat kehilangan sang ayah, ketika pemakaman dipenuhi media dan publik yang justru menambah penderitaan.

“Masyarakat kini terlalu cepat menghakimi. Mereka lebih fokus pada ketidakhadiran seseorang ketimbang menghormati duka keluarga,” tulisnya.

Ronaldo juga mengenang momen terakhir bersama Jota dalam final UEFA Nations League beberapa pekan sebelum tragedi terjadi, saat Portugal menaklukkan Spanyol. Ia mengaku sangat terpukul saat mendengar kabar duka itu.

“Saya menangis banyak sekali. Rasanya sulit dipercaya. Diogo adalah orang baik, pendiam, dan pemain hebat,” ujarnya.

Meski tak menghadiri pemakaman, Ronaldo hadir dalam upacara penghormatan khusus untuk mengenang Jota pada September 2025. Acara itu dihadiri oleh seluruh skuad timnas Portugal, keluarga Jota, agen Jorge Mendes, serta presiden dan perdana menteri Portugal. (Natalia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *