Semarang – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung progres pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak Seksi 1 (Kaligawe–Sayung) untuk memastikan percepatan penanganan banjir rob yang selama ini mengganggu konektivitas dan aktivitas masyarakat serta industri di koridor Kaligawe–Terboyo–Sayung, Kamis (27/11/2025). Tol Semarang-Demak Seksi 1 sepanjang 10,64 km dirancang terintegrasi dengan Tanggul Laut dan sistem polder, sehingga selain memperkuat konektivitas wilayah, juga menjadi solusi penanganan banjir rob yang kerap melanda kawasan tersebut.
Menteri Dody mengatakan upaya pengendalian banjir rob Kaligawe-Terboyo-Sayung telah dilakukan Kementerian PU secara paralel dengan penyelesaian konstruksi tol, kolam retensi, termasuk rumah pompa, sodetan Sayung. “Pengendalian rob Kaligawe terus kita kerjakan, memang sekarang masih belum selesai, dan ini saya lihat langsung progresnya,” kata Menteri Dody.
Pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak Seksi Kaligawe–Sayung sepanjang 10,64 km terus dipercepat untuk mendukung pengendalian banjir rob di kawasan Kaligawe dan sekitarnya. Berdasarkan data per 24 November 2025, progres konstruksi secara keseluruhan mencapai 58,31% yang dibagi dalam tiga paket pekerjaan. Paket 1A mencatat progres realisasi 81,18%, Paket 1B telah mencapai 55,39%, dan Paket 1C mencapai 45,82%.
Seluruh paket menunjukkan percepatan pada pekerjaan struktur, tanggul laut, dan fasilitas utama untuk mendukung fungsi polder. Infrastruktur pendukung berupa tanggul laut yang terintegrasi dengan jalur tol telah tersambung seluruhnya.
Selain tol terintegrasi tanggul laut, Kementerian PU juga melakukan penanganan banjir rob melalui penyiapan mobile pump pada sejumlah titik rawan genangan di Kaligawe dan Sayung. Kemudian membangun sistem pengendali banjir Tenggang–Sringin Tahap 1 yang terdiri dari pembangunan enam rumah pompa berkapasitas total 81 m³/detik dan tanggul sungai sepanjang 10,53 km, yang akan menjadi penguat utama sistem polder Tanggul Laut Semarang–Demak.
Infrastruktur ini akan mereduksi banjir pada area seluas 4.429 hektare, melindungi 254.546 jiwa di Kecamatan Pedurungan, Gayamsari, dan Genuk. Dengan progres berjalan sesuai rencana percepatan, Jalan Tol Semarang–Demak Seksi 1 ditargetkan beroperasi pada April 2027, dan diharapkan menjadi solusi permanen terhadap genangan rob sekaligus meningkatkan kelancaran arus logistik di jalur Pantura.
“Kita ingin pastikan progres di lapangan berjalan baik. Tol ini bukan hanya infrastruktur transportasi, tetapi tameng utama kita terhadap rob di Semarang,”tutup Menteri Dody. (Risky)






