Mantan Menkominfo Zaman Jokowi, Budi Ari diperiksa Tipikor Mabes Polri terkait Judi Online. Sebelumnya telah diperiksa dan ditahan sebanyak 26 orang dan 11 di antaranya adalah pegawai Kementrian Komunikasi dan Digital. Kesebelas orang pegawai itu direkrut saat Budi Ari menjadi Menteri Kemeninfo. Sejak adanya mereka ini telah merusak dan diketahuilah adanya praktek judi online. Mereka itu ditengarai adalah orangnya Budi Ari, bahkan Budi Ari telah mengakunya di depan media.
Dengan diperiksanya Budi, yang tadinya tidak pernah tersentuh di zamannya Jokowi, akhirnya diperiksa kepolisian. Setelah pemeriksaan Budi Ari bungkam saat ditanya, “apa saja materi pemeriksaan?”. Ia jawab, “itu rahasialah,” jawabannya. Sebenarnya Budi Ari ini orangnya bocor, dan pasti akan bercerita, jika menguntungkan dirinya. Kali ini ia bungkam dan bisa ditebak bahwa ia menghadapi hal yang berat.
Banyak yang menilai bahwa, peristiwa ini bisa dianggap sinyal terjadinya pergeseran pengaruh Jokowi melemah. Padahal tadinya Budi Ari adalah salah satu variabel masa depan Jokowi, karena ia memiliki organisasi yang cukup besar (Projo) dan Jokowi dijadikan Ketua Dewan Pembina. Organisasi inilah menjadi andalan Jokowi. Dulu semasa Jokowi jadi Presiden, jika organisasi ini mengadakan acara selalu disponsori oleh BUMN dan perusahaan besar. Kejadian seperti ini, Nitizen menyebut sebagai karma dan sudah mulai, ditelanjangi, dikuliti dan dipreteli sedikit demi. Mulai dipertanyakan, uang Judol-nya ke mana. “Apakah hanya tersalurkan kepada pribadi-pribadi, atau dipakai untuk ongkos politik dan aktivitas relawan Budi Ari dan Jokowi?.”
Suara dari pengamat dan nitizen ramai meminta aparat tidak berhenti sampai di situ. Harus ditelusuri, uang itu dipake untuk apa saja?. Ini indikator pertama, bahwa Presiden Prabowo telah menjauh dari Jokowi.
Ini sangat menarik, karena orang anggap bahwa Prabowo masih di bawah kendali Jokowi. Tapi terlihat jelas langkah Prabowo sudah mulai menjauh. Indikatornya sangat kuat, Prabowo tidak berada di bawah kendali Jokowi. Jokowi sudah mulai dipreteli, dihabisi pelan-pelan.
Kedua; Dapat juga dilihat dari tindakan dilakukan Anwar Usman, salah satu Hakim Konstitusi yang merupakan paman dari Gibran yang meloloskan aturan hingga Gibran bisa menjadi wakil presiden. Kini Usman telah mencabut bandingnya di PTUN terkait pencopotannya sebagai Ketua MK. Dari sini terlihat, tangan Jokowi di Mahkamah Konstitusi mulai layu dan lemah, hingga cawe-cawenya mulai luntur, lumpuh tanpa daya di salah satu Lembaga Yudikatif.
Ketiga; Mas Gibran terus dirujak. Ketika ia dipecat dari PDIP bersama bapaknya. Lalu ia mencari teman, ngaku senasib yaitu Stefanus Gusma yang dikatakannya dipecat dari PDIP. Padahal ia tidak dipecat, tetapi mengundurkan diri. Ini jelas suatu kebohongan. Hal ini ramai dirujak di media sosial.
Suatu bukti dan indikator kuat bahwa Presiden Prabowo telah menjauh dan mulai mempreteli Jokowi demi kemaslahatan negara.
Sumber : FNN
Editor : Teowawo








